Boyongan ke http://kanghermanto.net

Pengunjung yang luar biasa… Sengaja saya sampaikan pengumuman ini untuk keberlanjutan silaturahim kita. Mengingat ternyata masih ada netter yang mengakses blog ini, dan mendapati bahwa tak lagi dijumpai update tulisan di sini.

Yap, sejak Oktober 2010 lalu secara resmi saya memang “boyongan”. Saya tak lagi mengelola blog ini. Dan sebagai ganti, saya merumahkan semua konten tulisan di lapak baru saya, yakni http://kanghermanto.net. Hal ini saya lakukan semata untuk mendalami dunia web-hosting sehingga mengoptimalkan kontribusi saya untuk ummat.

Saya mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas kesetiaan pengunjung “memijakkan” mata di blog ini. Selanjutnya, monggo berkunjung ke lapak baru saya. Salam dahsyat! :) [*]

 

 

Take “Me/ Him/ Celebrity” Out Indonesia, Hentikan!

Ini salah satu acara tidak mendidik di Indonesia, namun tampaknya menyedot banyak mata. Terlebih bila Anda seorang muslim, wajib hukumnya mengarahkan putra/ putri Anda atau bahkan Anda sendiri untuk menonton program TV yang lain saja.

Bagaimana tidak, lha wong tema cinta di sini hanya mengumbar syahwat. Menilai kualitas calon pasangan hanya dari segi materi dan fisik belaka. Harta berlimpah, kedahsyatan potensi ekonomi dan ketampanan/ kecantikan jadi hal wajib untuk ditimang-timang di awal jumpa. Pengajuan pertanyaan terkait prinsip atau pandangan hidup juga sekedar bumbu, tidak menjadi acuan utama. Ini terang-terangan merupakan tradisi jahiliyah di era maju.

Aplagi yang terjadi setelah itu. Pasangan yang terpilih harus menjalani masa uji coba. Saling umbar romantisme sesuai jadwal dating. Tak jarang cipika-cipiki_yang jelas-jelas bukan budaya Indonesia (apalagi Islam)_dilancarkan. Padahal mereka belum resmi sebagai pasangan suami/ istri. Dalam bahasamodernnya, masa ini layaknya mencicipi buah yang bakal dibeli. Kalau dirasa nggak cocok, putus! Naudzubillah.

Parahnya lagi, ada sesi acara khusus selebriti. Suasana glamor dan mendudukkan perkara mencari pasangan hanya sebagai guyonan dan konsumsi entertainment belaka benar-benar tampak. Lagi-lagi public figure yang satu ini tidak layak dijadikan figur.

Sudahlah. Adik-adik yang penting rajin belajar, berprestasilah. Kuasai dan amalkan ajaran agama kalian dengan baik. Agar hidup kita mendapat ridlo-Nya. Soal cari pasangan, sudah dicontohkan Rasulullah. Lain waktu kita bahas lebih lanjut. Insya Allah. [*]

“Ka’bah” Hadir di Probolinggo

Ini gambar asli, bukan rekayasa. Seperti yang Anda lihat, itu adalah bangunan berbentuk kotak warna hitam yang menjadi arah kiblat sholat umat islam di seluruh penjuru dunia. Hanya saja ini bukan ka’bah, melainkan “ka’bah” (dalam tanda kutip). Mengapa dalam tanda kutip? Ya, karena arsitektur tersebut hanyalah replika dari ka’bah sesungguhnya, yang berada di kompleks Masjidil Haram – Makkah. Nah, bangunan warna hitam yang satu ini berada di sekitar pantai wisata Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo – Jawa Timur. Masyarakat setempat menyebutnya Taman Wisata Religius Miniatur Ka’bah.

Tapi menurut saya, itu bukan miniatur. Karena ukurannya identik dengan kondisi ka’bah asli yang di Arab Saudi. Tingginya sekitar 11 meter, dengan lebar + 12 meter. Persis bukan?! Areal ini terletak di tepi jalan pantura yang menghubungkan Probolinggo – Situbondo, tidak jauh dari pantai. Jadi bagi Anda yang berkunjung ke Bali dari arah Jawa Timur melalui darat, hampir pasti melewati bangunan ini. Sekarang miniatur ka’bah tersebut masih dalam tahap renovasi. Alas di sekitar bangunan masih berupa tanah, rencananya akan di-paving. Namun dalam kompleks areal itu sudah bisa didapati tempat latihan lempar jumroh, lokasi lari-lari kecil ala Safa Marwah, masjid, toilet dan tak ketinggalan pohon kurma. Lokasi ini tepat sekali untuk melepas kepenatan bagi Anda yang melakukan perjalanan jauh.

Ke depan_menurut keterangan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin_di sekitar bangunan tersebut akan dibangun pula asrama bagi calon jama’ah haji. Sehingga kelak dapat dimanfaatkan sebagai wahana karantina bagi calon jama’ah sebelum bertolak menuju embarkasi Juanda – Surabaya. Nah, kalau menurut saya baiknya di masa mendatang taman wisata ini dilengkapi juga dengan wahana khazanah seputar ka’bah di masa lampau dan dinamika penyebaran Islam di era Rasulullah. Ya, ditampilkan semacam tayangan audio/ visual bergenre sejarah yang saat ini sudah kurang diketahui ummat kebanyakan. Semoga saja Pak Bupati setempat membaca tulisan saya ini. (*)

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.