Nabi Muhammad saw, Manusia Terbaik!

Seorang Kristiani dari Amerika, Michael Hart dalam bukunya yang berjudul ’100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia’, menempatkan Nabi Muhammad saw di urutan pertama. Jatuhnya pilihan kepada Nabi Muhammad saw tersebut mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Namun hal tersebut bukan tanpa alasan. Dalam buku tersebut dia berkata, “Saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi”.

Kenyataan tersebut sesungguhnya keniscayaan mengingat hadirnya Nabi Muhammad saw dengan segala keunggulannya merupakan rahmat dan jawaban atas permohonan Abul Anbiya’ Ibrahim a.s. yang diabadikan dalam firman Allah, “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (TQS. al-Baqarah: 129). Sosok yang mampu menjawab kebutuhan tersebut tentulah memiliki kualifikasi luar biasa. Dialah yang kemudian sebagai Nabi Muhammad saw, penutup para nabi.

Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia. Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthallib dan ibundanya bernama Aminah. Keduanya dari suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim a.s. Ini juga ditegaskan dalam firman Allah, “Katakan, sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku” (TQS. al-Kahfi : 110). Namun demikian, ia adalah manusia pilihan yang dikarunia banyak kelebihan. Selain kemampuannya mengubah peradaban jahiliyah menjadi beradab dan bertaqwa hanya dalam waktu sekitar 23 tahun, banyak didapati riwayat hadits yang menerangkan tentang mukjizat beliau.

Mukjizat Muhammad adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya. Dalam Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah al-Qur’an. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi’raj dalam tidak sampai satu hari. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Muhammad.

Di antara sejumlah mukjizat yang terjadi atas izin Allah tersebut antara lain: mengerti bahasa binatang seperti Nabi Sulaiman, memerintah bumi dan pohon seperti Nabi Musa, diberi mukjizat seperti Nabi Ibrahim
Anak yang meninggal bangkit hidup kembali, menyembuhkan orang buta, menyembuhkan orang lumpuh, menyembuhkan orang cacat sejak lahir, mengetahui isi hati, memberi makan beribu orang dengan seketul makanan, memberi minum beribu orang dengan sikit air, mengeluarkan air ditengah padang gurun, mengeluarkan air dari sela jari untuk wudhu beribu orang, menyembuhkan putri raja yg cacat tanpa tangan & kaki, membelah bulan menjadi 2 bagian (ini telah dibuktikan oleh para astronot yg menghabiskan dana ratusan juta dollar), mengetahui apa yang telah terjadi, mengetahui apa yang sedang terjadi, mengetahui apa yang akan terjadi, melihat yang dibelakang punggungnya seperti dari depan, musuh bergetar tak mampu membunuh, bumi memakan orang yang hendak membunuh beliau, musuh tak dapat melihat beliau, tidak dapat dibunuh musuh dan banyak lagi.

Maka pantas saja banyak pihak yang iri terhadap sosok yang satu ini, terlebih pasca ditetapkan sebagai orang paling berpengaruh di dunia hingga hari ini dan akhir zaman. Lihat saja betapa upaya menyudutkan dan (bahkan) melecehkan beliau sudah tak terhitung lagi banyaknya. Masih segar di ingatan tentang komik online di wordpress.com yang sempat meresahkan. Karena komik  ini menggambarkan Muhammad sebagai sosok yang tidak pantas. Komik ini bercerita tentang kisah pernikahan Muhammad dengan Zainab yang merupakan mantan istri dari anak angkatnya, kisah Muhammad dengan Aisyah dan kisah Muhammad dengan budaknya, Mariah. Tiga kisah ini memang sering dijadikan senjata untuk memojokkan Islam.

Belum lagi hal-hal berikut ini: Bank SWEDIA pernah nama pangkal ‘Ahmad’ dan ‘Muhammad’ dalam Daftar Hitam; perlombaan tiru gerak-gerik dan ucapan Rasulullah Muhammad di JERMAN; penerbitan novel pelecehan Nabi di SERBIA; kartun pelecehan Nabi Muhammad di DENMARK pada tahun 2005-2006; pada 03 Pebruari 2010 sebuah surat kabar di NORWEGIA memuat gambar Nabi Muhammad sebagai babi sementara di kakinya dilettakkan Al Qur’an; pada awal April 2010 sebuah akun Facebook sengaja dibuat untuk mendeklarasikan bahwa Muhammad bukan nabi melainkan seseorang yang pernah melakukan penjarahan, perampokan, pembantaian, pembunuhan dan perbuatan cabul; dan terbaru, pada Mei 2010 ini terdapat akun Facebook yang menetapkan 20 Mei sebagai “Hari Semua Orang Menggambar Wajah Muhammad”. Masya Allah.

Tidak menutup kemungkinan kejadian-kejadian serupa dengan modus berbeda akan terjadi di masa mendatang. Inilah bukti adanya kebencian terhadap ummat Islam yang dalam hal ini menjadikan sosok Nabi Muhammad saw sebagai ‘pesakitan’. Beliau sesungguhnya tidak pernah meminta untuk dikultuskan atau dihormati secara kebablasan. Seperti sabda beliau, “Janganlah kamu memuji aku (berlebihan) sebagaimana orang Nasrani memuji Isa Ibnu Maryam. Sesungguhnya saya hanyalah seorang hamba, maka katakanlah: Hamba Allah dan RasulNya” (HR. Al-Bukhari).

Akan tetapi, bukan berarti lantas beliau boleh dilecehkan. Tidak! Sama sekali tidak. Sebagai konsekuensi sikap beriman kepada Rasulullah Muhammad saw maka kita wajib berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya, dari ke zhaliman menuju keadilan, dari kebatilan kepada kebenaran, serta dari kemaksiatan menuju ketaatan. Ingat firman Allah, “Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Al-A’raaf: 157).

Karenanya, jika ada pihak yang melecehkan (baca: tidak memuliakan) beliau, tentu kita tidak boleh diam saja! [*]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.