“Ka’bah” Hadir di Probolinggo

Ini gambar asli, bukan rekayasa. Seperti yang Anda lihat, itu adalah bangunan berbentuk kotak warna hitam yang menjadi arah kiblat sholat umat islam di seluruh penjuru dunia. Hanya saja ini bukan ka’bah, melainkan “ka’bah” (dalam tanda kutip). Mengapa dalam tanda kutip? Ya, karena arsitektur tersebut hanyalah replika dari ka’bah sesungguhnya, yang berada di kompleks Masjidil Haram – Makkah. Nah, bangunan warna hitam yang satu ini berada di sekitar pantai wisata Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo – Jawa Timur. Masyarakat setempat menyebutnya Taman Wisata Religius Miniatur Ka’bah.

Tapi menurut saya, itu bukan miniatur. Karena ukurannya identik dengan kondisi ka’bah asli yang di Arab Saudi. Tingginya sekitar 11 meter, dengan lebar + 12 meter. Persis bukan?! Areal ini terletak di tepi jalan pantura yang menghubungkan Probolinggo – Situbondo, tidak jauh dari pantai. Jadi bagi Anda yang berkunjung ke Bali dari arah Jawa Timur melalui darat, hampir pasti melewati bangunan ini. Sekarang miniatur ka’bah tersebut masih dalam tahap renovasi. Alas di sekitar bangunan masih berupa tanah, rencananya akan di-paving. Namun dalam kompleks areal itu sudah bisa didapati tempat latihan lempar jumroh, lokasi lari-lari kecil ala Safa Marwah, masjid, toilet dan tak ketinggalan pohon kurma. Lokasi ini tepat sekali untuk melepas kepenatan bagi Anda yang melakukan perjalanan jauh.

Ke depan_menurut keterangan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin_di sekitar bangunan tersebut akan dibangun pula asrama bagi calon jama’ah haji. Sehingga kelak dapat dimanfaatkan sebagai wahana karantina bagi calon jama’ah sebelum bertolak menuju embarkasi Juanda – Surabaya. Nah, kalau menurut saya baiknya di masa mendatang taman wisata ini dilengkapi juga dengan wahana khazanah seputar ka’bah di masa lampau dan dinamika penyebaran Islam di era Rasulullah. Ya, ditampilkan semacam tayangan audio/ visual bergenre sejarah yang saat ini sudah kurang diketahui ummat kebanyakan. Semoga saja Pak Bupati setempat membaca tulisan saya ini. (*)

2 Komentar

  1. adam berkata,

    29/09/2010 pada 04:55

    kalo di Probolinggo boleh di Jawa Barat boleh gak……. nanti di Indonesia punya miniatur ka’bah terbanyak ” Masuk Rekor Muri ” deh ….he..he..he

  2. Komarudin berkata,

    13/05/2011 pada 13:19

    Aku sih mungkin terlambat .yang penting slamat gitu kata orang tua2doloe.mas tulisan anda sangat membangun buat saudra2 kita muslim yg mo brngkt haji bagi yg mampu.trus sangat membantu apa bila latihan sblm pergi haji .harapan aku mas dapat jngn bosan menvlis sebab dgn membaca orang tau apa artinya ilmu


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.