Sandang S.Sos, Sesaat Lagi

Itulah yang ada dalam benak saat ini. Sejak mengawali aktifitas berkuliah di Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Universitas Panca Marga Probolinggo pada 2005, inilah detik-detik yang ditunggu. Ya, Insya Allah bulan Juni 2010 mendatang aku bakal diwisuda dan menenteng gelar sarjana.

Kalu diingat, banyak hal yang sudah aku alami sepanjang 5 tahun terakhir di kampus abu-abu ini. Mulai menjalani keseharian menjadi mahasiswa “kupu-kupu” (kuliah-pulang, kuliah-pulang), hingga mendapatkan pendamping setia seperti sekarang (baca: istri tercinta). Hhmmm… dulu saat awal masuk kampus di medio September 2005, aku memang sempat berkomitmen untuk fokus kuliah. Nggak usah ikut-ikutan organisasi kemahasiswaan (ormawa) yang buntutnya pasti ‘nyari kerjaan’ saja. Apalgi saat itu posisiku juga sudah bukan mahasiswa murni, maksudnya selain berkuliah aku juga bekerja. Sharing waktu dua hal inilah yang benar-benar harus disiasati. Maka dari itu, yang dilakukan di kampus hanya belajar dan belajar. Titik.

Namun hampir setahun kemudian rupanya aku tergoda oleh kondisi yang ada. Banyaknya problematika kampus dan begitu alotnya advokasi yang dilakukan mahasiswa akhirnya mendorongku untuk menceburkan diri dalam ormawa. Karenanya, saat dipinang untuk jadi juru kampanye oleh salah satu partai politik kampus saat itu_PAMPD (Partai Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi)_aku hooh-hooh saja. Kebetulan di awal bulan Juni 2006 itu ada perhelatan Pemilu Raya yang mengagendakan pemilihan Presiden-Wakil Presiden BEM dan Ketua-Wakil Ketua MPM Universitas. Singkat cerita, calon Presiden BEM yang aku jagokan akhirnya jadi. Seperti kebanyakan kasus pemilu, para tim sukses tentunya akan kebagian ‘kue kekuasaan’. Begitu pula aku. Di luar dugaan, aku lantas ditunjuk menempati posisi strategis. Yaitu jadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) BEM-U. Otomatis sejak Juli 2006 aku menjadi orang nomor tiga di kampus (dari kalangan mahasiswa).

Di tahun yang sama pada bulan Oktober, BEM fakultasku ternyata juga punya agenda suksesi kepemimpinan. Dan lagi-lagi_karena memang miskin sumberdaya manusia_aku terpilih menduduki jabatan di situ. Jadi Ketua BEM. Alamak, dua amanah sekaligus di tahun kepengurusan yang sama. “Ya Rabb, kuatkan aku!”, setidaknya itu do’aku saat itu. Dan syukur alhamdulillah, berkat ridlo Allah dan kerjasama yang baik aku mampu menuntaskan amanah tersebut dengan baik. Sekaligus mampu menghadirkan sejumlah terobosan pogram kerja. Meski tentu saja kekurangan selalu ada.

Lantas apa yang terjadi kemudian? Ah, dasar kampusku emang kekurangan manusia yang mau jadi pelayan mahasiswa, di periode 2007-2008 mau tidak mau aku ternyata harus menempati posisi Presiden BEM Unversitas. Masya Allah, kukira amanah tahun lalu sudah bikin aku sibuk banget, eh… kuantitasnya malah nambah. Yang pasti dalam menjalankan amanah jadi ujung tombak dan ujung ‘tombok’ di BEM Universitas ini, banyak kisah kulalui. Aktifitas menginap di kampus sudah tak terbilang frekuensinya, sering banget. Belum lagi soal cacian + makian para elit universitas dan yayasan saat berselisih pendapat; betul-betul menyuburkan jiwa berontakku kala itu. Maka jangan heran, aksi demonstrasi tidak cuma digelar di jalanan. Namun juga di dalam kampus. Mendobrak rezim otoriter, begitu bahasa teman-teman dulu. Karenanya saat kami aktif mengkritik elit kampus ketika itu, ancaman clurit pun sempat mampir di hadapan mata. Meski akhirnya Allah tidak mentakdirkanku terbunuh waktu itu. Dus, kepengurusan kali ini berakhir dengan sad ending. Kabinet yang aku bentuk_termasuk aku juga_dibubarkan secara sepihak oleh Rektor 2 bulan sebelum masa kepengurusan berakhir. Yang jelas saat itu konflik yang ada sebenarnya bukanlah antara kami dengan rektor, melainkan kami dengan yayasan. Kami nggak terima rektor hanya dijadikan boneka. Ah, sudahlah…

Koq kisahnya lebih banyak soal ormawa ya? Maklum, karena aktifitas itulah yang benar-benar menyita energi dan menguras pikiran waktu itu. Namun demikian aku juga rajin masuk kelas dan ikut perkuliahan koq. Dan syukurlah, deretan nilai mata kuliah plus IPK-ku di tiap semester juga bisa dilihat dengan wajah sumringah. Terima kasih, Ya Rabb… [*]

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.